top of page
Sejarah Semanggi



Dahulu, kota Surabaya dan sekitarnya memiliki lahan sawah yang luas. Banyak hama serta gulma mengganggu pertumbuhan tanaman mereka, salah satunya adalah semanggi. Namun, warga dapat menyiasati dengan mengolah ‘gulma’ ini sebagai bahan makanan bersama hasil sawah lainnya, yaitu ubi jalar dan tauge. Lalu mereka menambahkan petis, yang merupakan pasta hitam dan bahan campuran kesukaan mereka. Tidak lupa kerupuk puli, yang juga merupakan siasat para warga untuk menghabiskan nasi yang sudah kering karena tidak habis dimakan. Nasi tersebut akan dikukus, dilumatkan bersama bawang putih dan garam serta obat puli. Kemudian adonan tersebut dibentuk lonjong, diiris, dijemur lalu digoreng. Piringnya mereka menggunakan pelepah daun pisang yang juga adalah hasil kebun, karena saat itu piring masih merupakan barang mewah dan tidak semua orang dapat membelinya.

Apa itu Semanggi?



Semanggi (Marsilea crenata) adalah tumbuhan paku air (Salviniales) dari marga Marsilea. Tumbuhan ini memiliki beberapa nama seperti jukut calingcingan (Sunda), tapak itek (Malaysia), upat-upat (Filipina), chutul phnom (Kamboja), pak vaen (Laos), phak waen (Thailand), dan water clover fern (Inggris). Tumbuhan ini banyak dijumpai di pematang sawah, kolam, danau, rawa, dan sungai. Biasanya daun semanggi tumbuh bersama dengan jenis-jenis tumbuhan air lainnya, seperti exeng kecil, genjer, rumput air, serta teki alit dll (Sastrapradja dan Afriastini 1985). Di Indonesia khususnya di Jawa, daun semanggi air yang masih muda digunakan sebagai sayuran untuk makanan (pecel di Surabaya). Sedangkan di Negara-negara lain, semanggi juga digunakan sebagai sambal, bahan obat (neurasthenia, oedema, kusta, demam dan keracunan pada darah), dan juga sebagai tanaman hias pada Akuarium.

 

Kandungan Semanggi



Dalam tanaman semanggi, mengandung banyak gizi yang sangat diperlukan untuk tubuh kita. Kandungan gizi tersebut antara lain, yaitu air (89,02%), abu (2,7%), lemak (0,27%),protein (4,35%),serat kasar (2,28%), dan karbohidrat (1,38%). Angka kandungan gizi tersebut terdapat dalam daun semanggi yang masih segar alias belum mengalami proses pengolahan apapun. Kandungan gizi tersebut otomatis akan berkurang saat daun semanggi telah mengalami pengukusan, kecuali untuk karbohidrat yang justru mengalami peningkatan saat telah dikukus. Seperti halnya kadar protein, air, abu, lemak dan serat, proses pengukusan juga mengakibatkan perubahan kandungan vitamin pada daun dan tangkai semanggi air (Marsilea crenata). Kandungan Vitamin C daun dan tangkai semanggi air segar sebesar 66,58 mg/100g berubah menjadi 55,29 mg/100g setelah proses pengukusan.

Manfaat Semanggi



Banyaknya nutrisi yang dikandung semanggi, membuatnya dipercaya sebagai tanaman yang berkhasiat tinggi. Di antaranya adalah sebagai penurun panas, menyembuhkan darah tinggi dan sesak nafas, obat yang baik bagi orang yang mendengkur serta dapat dijadikan obat kumur bagi penderit sakit gigi. Selain itu, semanggi mengandung isoflavon yaitu zat aktif yang mengandung hormon estrogen nabati, bila dikonsumsi secara teratur dapat melindungi gejala klinis sebelum dan sesudah menopause serta dapat mencegah osteoporosis. Selain itu, nutrisi semanggi dapat melindungi tubuh dari perkembangan sel kanker payudara, tuberkolosis dan mengurangi resiko kanker getah bening serta dapat dimanfaatkan pula sebagai desinfektan.

Seputar Semanggi

© 2013 by Bakoel Semanggi

  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • YouTube Classic
bottom of page