top of page

Benowo, merupakan sebuah kecamatan di Surabaya yang terletak Surabaya Barat, perbatasan dengan Gresik. Bila kalian ingin membeli semanggi untuk dimasak sendiri di sinilah tempatnya, karena semanggi memang tidak dijual di pasar namun kita bisa mendapatkannya langsung ke tempat pemasoknya. Di daerah ini, dapat ditemukan banyak pemasok semanggi salah satunya adalah Ibu Haromah. 

 

Ceritanya?

 

Ibu Haromah merupakan salah satu penjual dan pemasok semanggi yang berada di daerah Kandangan, Benowo. Bisa dibilang beliau masih baru sebagai seorang pemasok karena ini merupakan tahun kedua beliau menekuni usaha ini. Ibu Haromah mulai menanam semanggi karena memiliki sebuah lahan kosong, daripada tidak digunakan untuk apa – apa, beliau memanfaatkannya untuk menanam semanggi untuk menambah pemasukan.

 

Cara merawatnya..

 

Ibu Haromah menjelaskan, bahwa cara perawatan semanggi tidak susah.Asalkan semanggi berada di tempat yang cukup air, dia dapat tumbuh sendiri tanpa butuh perawatan lainnya. Saat musim penghujan semanggi dapat tumbuh lebih baik karena mendapatkan cukup air, sedangkan pada musim kemarau, haruslah sering – sering diberi air, karena bila kekurangan air maka semanggi tidak dapat tumbuh dengan baik. 

 

Panennya?

 

Semanggi dibiarkan tumbuh selama seminggu, setelah itu semanggi dapat dipetik dan siap dijual. Biasanya, setiap hari senin penjual semanggi datang ke tempat Ibu Haromah untuk mendapatkan semanggi. Kebun semanggi yang dimilki Bu Haromah hanya dapat dipanen oleh 1 penjual saja, ceritanya. Penjual langsung mengambil semanggi untuk berjualan beberapa hari ke depan. 

Bagian semanggi yang dipetik hanyalah bagian daun saja sedangkan batangnya tidak ikut diambil. Apabila ikut terpetik maka setelah memasak batang itu dipetik dan disisihkan karena tidak ikut dimakan.

 

Berapa harganya?

 

Harga yang diberikan Bu haromah bergantung bagaimana di penjual mengambil semangginya. Apabila si penjual mencabut sendiri semanggi dari kebun Bu Haromah, maka harga yang diberikan adalah 20.000 rupiah per kreseknya. Sehingga, beliau tinggal menghitung brapa banyak kresek dan dikalikannya. Sedangkan, bila penjual tidak mau memetik sendiri semanggi dari kebun dan meminta Bu Haromah untuk menyiapkannya dalam kresek, beliau memberi harga 3000 rupiah per satu taker plastik jaipongan. Namun, beliau cerita, selama dirinya berjualan lebih banyak penjual semanggi yang memilih untuk memetik sendiri di kebun. 

Setiap minggunya, uang yang diterima oleh Bu Haromah sebagai pemasok semanggi pun tidak menentu, karena hal tersebut berdasarkan dari berapa banyak kresek yang diambil oleh si penjual semangginya.

Jelajah Benowo

© 2013 by Bakoel Semanggi

  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • YouTube Classic
bottom of page