
Festival Makanan Rakyat Surabaya 2013
Surabaya identik dengan kota yang memiliki beragam kuliner lezat yang menjadi daya tarik masyarakat khususnya para wisatawan. Berbagai macam stand yang menyajikan kuliner lezat itupun kini dapat kita nikmati. Dinas Koperasi Kota Surabaya bersama dengan UMKM mengadakan suatu event yang diberi nama Festival Makanan Rakyat (FMR). Festival ini diadakan setiap bulan, tepatnya di setiap minggu terakhir dan juga bersamaan dengan diadakannya Car Free Day (CFD) di Jalan Tanjung Anom, daerah Tunjungan.
Sedikit Curhat
Pada bulan September ini, FMR diadakan pada tanggal 15 dan 22 September 2013 mulai pukul 06.00-09.00 WIB. Informasi tersebut kami dapatkan dari berbagai macam sumber baik via website resmi maupun media social seperti Facebook dan Twitter. Kami pun memutuskan datang ke event ini dengan tujuan ingin melakukan riset berkaitan dengan makanan tradisional khas Surabaya, yaitu Semanggi. Betapa kecewanya kami saat tiba di lokasi acara, ternyata tidak ada sama sekali stand-stand makanan seperti yang kami harapkan.
Kami memutuskan untuk datang pada event FMR seminggu kemudian, yaitu tanggal 22 Sepetember 2013 dan akhirnya event tersebut benar diselenggarakan. Event ini cukup ramai pengunjung, mungkin karena diselanggarakan bersamaan dengan diadakannya CFD sehingga peserta CFD bisa sekalian menyantap sarapan pagi. Stan yang ada jumlahnya memang tidak terlalu banyak, tetapi sudah cukup untuk memanjakan perut di pagi hari.
Langsung Ketemu!
Tepat di depan jalan Tanjung Anom kami pun langsung menemukan penjual semanggi. Penjual Semanggi di festival ini bernama Mbak Dewi. Sebulan sekali ia selalu rutin berjualan di festival ini. Selain berjualan pada saat festival ini, ia biasanya berjualan keliling di daerah Sepanjang dan juga Taman Bungkul. Biasanya semanggi laris manis pada hari Minggu, yaitu bisa sekitar 100 porsi yang terjual. Sedangkan untuk hari biasa semanggi hanya terjual separuhnya saja sekitar 50 porsi.
Daun Semanggi sebagai bahan utama dagangannya ini diperolehnya dari pemasok daun semanggi di daerah Benowo. Daerah Benowo memang terkenal sebagai desa penghasil semanggi di Surabaya. Daun Semanggi yang telah ia pesan sudah terbungkus plastik, dengan adanya pemasok tersebut para pedagang semanggi tidak perlu bersusah payah untuk menanam dan merawat tanaman semanggi lagi.
Harga seporsi semanggi tersebut cukup terjangkau, yaitu Rp. 6.000,00, sudah termasuk kerupuk puli yang menggantikan fungsi sendok. Kekhasan makanan semanggi di sini adalah adanya daun turi. Tersedia pula pilihan sambal kacang pedas dan tidak pedas, sehingga dapat menyesuaikan dengan lidah pengunjung.
Selain makanan semanggi, banyak makanan dan minuman tradisional lainnya seperti sate ayam klopo, es dawet, rangin, jamu, kerupuk, rawon,nasi liwet, nasi kebuli dan masih banyak lagi lainnya.
Katanya sih...
Ibu Indrani berpendapat bahwa semanggi merupakan makanan khas Surabaya yang paling enak dibandingkan makanan tradisional Surabaya lainnya. Menurutnya, makanan semanggi ini selain enak juga mengandung tanaman obat (TOGA), bumbunya yang khas terbuat dari kacang dan juga ketela menjadi nilai plus makanan semanggi ini. Tersedia pula berbagai macam pilihan sambal dari yang tidak pedas, sedang dan juga pedas. Biasanya beliau membeli semanggi di pedagang semanggi yang berkeliling melewati kantornya yang terletak di daerah Genteng, Surabaya.
Naik Daun

